JAKARTA - Industri asuransi di Indonesia menunjukkan dinamika yang berbeda antara sektor komersial dan non-komersial hingga November 2025. Total aset sektor asuransi mencapai angka signifikan, dengan kontribusi utama dari asuransi komersial.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset asuransi non-komersial sebesar Rp 222,84 triliun per November 2025. Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan angka ini mengalami kontraksi tipis sebesar 0,23% secara tahunan (YoY).
Dari sisi pendapatan premi, asuransi non-komersial justru mencatat pertumbuhan positif. Nilainya tercatat sebesar Rp 176,83 triliun per November 2025 atau tumbuh 6,45% YoY.
Ogi menjelaskan, asuransi non-komersial mencakup BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan program jaminan bagi ASN, TNI, serta Polri. Program ini juga mencakup jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian bagi peserta.
Kinerja Asuransi Komersial dan Kontribusinya
Sementara itu, sektor asuransi komersial menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat. Total aset industri asuransi komersial tercatat sebesar Rp 971,22 triliun per November 2025, tumbuh 7,49% YoY.
Dari sisi pendapatan premi, asuransi komersial mencatat Rp 297,88 triliun dari Januari hingga November 2025. Pertumbuhan ini hanya sebesar 0,41% YoY, menunjukkan stabilitas pendapatan meski ada tantangan pasar.
Asuransi komersial menjadi tulang punggung pertumbuhan industri secara keseluruhan. Kontribusinya yang besar pada total aset nasional menjadikan sektor ini krusial bagi stabilitas keuangan dan perlindungan risiko masyarakat.
Ogi menambahkan, pertumbuhan aset dan premi menunjukkan sektor asuransi terus melakukan ekspansi layanan. Hal ini juga menjadi indikasi meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perlindungan asuransi.
Total Aset dan Tren Industri Asuransi Nasional
Secara keseluruhan, total aset industri asuransi di Indonesia mencapai Rp 1.194,06 triliun per November 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 5,96% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tren ini menunjukkan bahwa meski ada kontraksi pada sektor non-komersial, pertumbuhan sektor komersial mampu menopang performa industri. Peningkatan aset menunjukkan ketahanan industri menghadapi tantangan ekonomi dan kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus meningkat.
OJK menilai, pertumbuhan premi dan aset yang stabil menjadi indikator positif bagi pengembangan industri asuransi nasional. Peningkatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah memperluas inklusi keuangan dan perlindungan sosial bagi masyarakat.
Selain itu, kinerja asuransi non-komersial yang tetap tumbuh dari sisi pendapatan premi menunjukkan keberlanjutan program perlindungan sosial. BPJS dan program jaminan lain menjadi fondasi penting dalam menyediakan jaring pengaman sosial bagi pekerja dan aparatur negara.
Di sisi lain, industri asuransi komersial menunjukkan diversifikasi produk yang lebih luas. Hal ini mencakup asuransi kesehatan, jiwa, kendaraan, properti, dan bisnis yang mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kinerja total aset sebesar Rp 1.194,06 triliun sekaligus mencerminkan peran industri asuransi dalam perekonomian nasional. Keberadaan asuransi berkontribusi pada stabilitas keuangan, mitigasi risiko, serta perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman ekonomi dan sosial.
Pertumbuhan premi pada sektor komersial dan non-komersial menunjukkan adanya keseimbangan dalam distribusi risiko. Hal ini penting agar industri tetap solid, meski menghadapi fluktuasi ekonomi dan kebutuhan proteksi yang berbeda di masyarakat.
OJK menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan industri. Pengawasan ini mencakup ketahanan finansial, kualitas pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi untuk melindungi pemegang polis.
Industri asuransi di Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan aset yang signifikan dan premi yang terus meningkat. Hal ini mencerminkan kematangan pasar serta semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial.
Ke depan, OJK mendorong sektor asuransi untuk terus meningkatkan inovasi produk. Inovasi ini penting agar industri dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan beragam.
Pertumbuhan stabil di sektor asuransi komersial dan pendapatan premi yang meningkat di sektor non-komersial menunjukkan sinergi antara perlindungan sosial dan pengembangan pasar. Hal ini menjadi fondasi penting bagi industri asuransi Indonesia ke depan.
Secara keseluruhan, industri asuransi di Indonesia tetap tangguh menghadapi dinamika ekonomi. Keberlanjutan pertumbuhan aset dan premi menunjukkan industri ini mampu menjadi pilar penting dalam perlindungan finansial masyarakat.